Jumat, 06 Juli 2012

Apa itu gangguan jiwa? Gila? (bag. 1)

Apa itu gangguan jiwa?Gila? (bag. 1)
Sekedar menuangkan tulisan hasil diskusi ringan dengan beberapa teman sejawat dan asatid, serta pengamatan ringan ketika mondar-mandir di rumah sakit jiwa bogor, lawang dan solo (Ups...tapi bukan sebagai pasien)
Pertanyaan yang selalu mampir di pikiran saya adalah apa yang di maksud dengan gangguan jiwa, stress, hilang ingatan, gila, majnun, mental health, gangguan psikologis, serta segudang pertanyaan-pertanyaan serupa yang kadang-kadang singgah di pikiran saya. Terutama setelah mendalami buku “Hakikat berpikir” atau At-tafkir karya ulama besar Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani.
Ternyata saya lebih tenang dan puas ketika menggunakan istilah GILA daripada istilah lain yang kelihatanya di soften kan, alias di per-sopan bin di per-halus. Sebelum kita melihat teori-teori kejiwaan yang semakin membingungkan ada baiknya kita melihat dulu akar masalahnya di lihat dari sudut pandang Islam.
Istilah islam yang berhubungan dengan masalah ini adalah AKAL, NAFS, QOLBU. Kita mulai dengan melihat apa itu akal. Apakah akal sama dengan otak, apakah akal sama atau justru beda dengan qolbu. Akal adalah pemberian yang tak ternilai dari ALLAH SWT yang hanya di berikan kepada manusia. Jadi makluk selain manusia tidak di berikan kelebihan ini. Karena Akal adalah pemberian ALLAH, maka informasi dari-Nya lah yang akan kita kaji.

Allah SWT berfirman : “Allah telah mengajarkan (memberi informasi) kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian Allah mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman : “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha tahu dan Maha bijaksana.” Allah berfirman, ”hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda-benda itu!.” Maka setelah Adam memberitahukan kepada mereka nama-nama benda-benda itu, Allah berfirman, Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa saja yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan? [TQS. Al-Baqarah [2]: 31-33]

Dari informasi di atas di dapatkan bahwa untuk berpikir di perlukan beberapa komponen. komponen tersebut ada 4 yakni:

1.      Otak
2.      Panca Indra
3.      Fakta yang indra
4.      Informasi

Keempat komponen tersebut ternyata terdapat pada manusia dan juga makluk lain. Nah sedangkan kemampuan untuk mengkaitkan semua komponen di atas, HANYA di berikan kepada Manusia. Jadi definisi akal, seperti yang di jelaskan Syeikh Taqiyuddin an-nabhani adalah pemindahan penginderaan terhadap fakta melalui panca indera kedalam otak yang disertai adanya informasi-informasi terdahulu yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta tersebut. Lalu keadaan apa yang terjadi pada orang gila???? Tubi kontinyut.


Masalah kesehatan di Indonesia dan bagaimana Islam menyelesaikanya


MASALAH KESEHATAN DI INDONESIA DAN BAGAIMANA ISLAM MENYELESAIKANYA.
Iswanto B.N RN.
Beberapa waktu yang lalu banyak di beritakan kasus balita yang tidak tertolong di rumah sakit. Yang menjadi alasan utama meninggalnya balita tersebut adalah tidak adanya biaya untuk pengobatan (republika, 4/11/2011). Alasan biaya inilah yang menjadi alasan utama berbagai kasus serupa yang lain. Mahalnya biaya kesehatan ternyata bukanlah satu-satunya masalah kesehatan yang ada di Indonesia, semakin banyaknya orang sakit juga telah menjadi masalah tersendiri. Tidak bisa di pungkiri bahwa jumlah orang sakit, dari hari ke hari semakin meningkat. Kita bisa melihat langsung dari banyaknya pasien yang berobat ke rumah sakit.
Semakin mahalnya biaya kesehatan ternyata justru membuat masyarakat beralih ke pengobatan – pengobatan yang kadang irasional. Pengobatan irasional yang sangat fenomenal adalah pengobatan yang di lakukan oleh Ponari. Ponari, sidukun cilik ini pada tahun 2009 telah mampu menyedot 20 ribu pasien (Surabaya.detik.com). Bahkan Ponari harus membatasi jumlah pasiennya maksimal 5000 per hari (republika.co.id). Walaupun metode pengobatan-nya tidak lazim dan irasional tapi tetap mampu menarik minat masyarakat untuk datang berobat. Fakta ini juga semakin menunjukkan banyaknya masyarakat yang sedang sakit, namun tidak mampu membawanya kepelayanan kesehatan pemerintah. Dari berbagai pemaparan di atas maka berikut ini akan di uraikan kenapa masalah kesehatan itu mahal, kenapa semakin banyak orang sakit, dan bagaimana Islam akan menyelesaikan masalah tersebut.
Biaya mahal
Ketika kita atau anak kita sedang mengalami gangguan kesehatan, baik itu ringan atau pun yang berat tentu kita akan mengeluarkan biaya berapapun untuk berobat agar dapat sembuh. Alasan inilah yang nampaknya di jadikan peluang oleh sebagian kalangan sebagai lahan penghasilan. Ini bisa di lihat dari pendapatan menggiurkan yang telah di peroleh oleh rumah sakit- rumah sakit yang ada. Harian Birawa (12/12/2010) menulis bahwa pendapatan di kabupaten Trenggalek (Jawa Timur) tahun 2010 sudah mencapai 15,4milyar, sedikit di bawah target yakni 20 milyar. Suatu angka yang yang sangat besar, ini juga belum termasuk keuntungan yang di peroleh oleh perusahaan farmasi. Salah satu perusaan farmasi asal Swiss, Novartis, pada tahun 2010 saja telah mendapatkan laba sekitar $9.2 billion (92 triliyun Rupiah dengan kurs Rp.10.000).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan pasien di rumah sakit diantaranya adalah 1. obat,  2. Jasa medis dan paramedis, 3. sewa kamar dan peralatan rumah sakit, 4. laboratorium.  Diantara beberapa faktor di atas, umumnya biaya obat-obatan menempati porsi 30 – 60 % dari total biaya. Berikut ini adalah salah satu contoh prosentase biaya perawatan seorang anak selama tiga hari dengan diagnosa kejang demam dengan total biaya sekitar 3,5 juta rupiah.
 sample calculation

Semakin banyak orang sakit.
Jumlah orang sakit di Indonesia sangatlah banyak sekali. Data depkes tahun 2009 tentang 10 penyakit terbanyak dengan rawat inap, menunjukkan, sekitar 660 ribu pasien dengan jumlah korban meninggal sebanyak 8500 orang. Jumlah tersebut belum termasuk pasien di rumah sakit swasta, pengobatan tradisional, dan yang dating ke Ponari.
Angka di atas juga belum termasuk jumlah korban yang di akibatkan oleh kecelakaan lalu lintas. Jumlah kecelakaan lalu-lintas sejak 23 Agustus sampai 7 September  saja mencapai 1.111 kecelakaan.  Sedangkan jumlah kecelakaan lalu-lintas dalam tahun 2011 sebanyak 4.744 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia tahun 2011 sebanyak 779 orang, sedangkan tahun 2010 sebanyak 853 orang. Jumlah korban luka berat dalam kecelakaan lalin periode tahun 2011 sebanyak 1.334 orang, atau naik 17,53 persen dibandingkan tahun 2010 sebanyak 1.135 orang. Jumlah korban luka ringan tahun 2011 sebanyak 3.443 orang atau naik 52,41 persen dibandingkan tahun 2010 sebanyak 2.259 orang. (kompas, 8/9/2011).
faktor penyebab sakit
   Kondisi kesehatan seseorang di pengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan seseorang dari dalam tubuhnya. Faktor internal terdiri dari kebutuhan fisiologis dan kebutuhan naluri.
Faktor pertama adalah kebutuhan fisiologis seperti makan, minum, istirahat dan tidur. Pemenuhan kebutuhan ini muncul dari dalam tubuh manusia itu sendiri. Misalnya ketika tubuh memerlukan energi maka akan timbul rasa lapar dan ketika sudah terpenuhi maka rasa lapar akan hilang. Contoh lain misalnya ketika tubuh memerlukan istirahat maka akan timbul rasa kantuk. Apabila kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi maka akan timbul kerusakan organ tubuh dan bisa menjadi sebab kematian.
Faktor kedua  adalah naluri. Faktor inilah yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan seseorang. Penyakit akan timbul apabila akal manusia tidak mampu mengontrol pemenuhan kebutuhan ini. Sifat naluri adalah selalu menuntut pemenuhan, dan ketika sudah di penuhi maka akan timbul kepuasan. Namun apabila tidak di penuhi, tidak akan timbul kematian tetapi hanya mengakibatkan kegelisahan. Pemicu timbulnya naluri adalah dari luar tubuh, misalnya ketika kita melihat dan membau makanan yang lezat maka akan timbul naluri ingin mencoba meskipun kita tidak sedang lapar. Ketika kita melanjutkan dengan menyantap makanan tersebut maka tubuh akan menerima asupan yang sebenarnya belum di perlukan sehingga akan timbul ketidakseimbangan energi. Apabila ini terus di lakukan maka bisa timbul kerusakan organ. Contohnya adalah penyakit Diabetes Melitus (DM), atau lebih di kenal dengan kencing manis. Salah satu penyebab DM adalah kerusakan sel pankreas. Sedangkan kerusakan sel pankreas bisa terjadi karena terlalu diporsir dalam menjaga kadar gula darah akibat ketidak-seimbangan energi. Penyakit lainnya yang di sebabkan oleh faktor naluri adalah hypertensi atau darah tinggi, stroke , penyakit jantung koroner dan gagal ginjal.
Faktor berikutnya adalah faktor eksternal, diantaranya adalah lingkungan. Indonesia merupakan daerah tropis sehingga banyak sekali penyakit yang di sebabkan oleh lingkungan yang kurang bagus misalnya diare, demam berdarah dengue (DBD), thypoid, TB Paru dan malaria. Kondisi perumahan yang padat dan tidak tertata, air yang tidak higienis, saluran air yang tidak berjalan, sumber air yang tercemar oleh limbah industry, limbah rumah tangga, dan sirkulasi udara yang buruk pada tempat tinggal  merupakan penyebab penularan penyakit ini. Buruknya jalan raya dan sistem transportasi juga termasuk faktor seseorang masuk rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas.
Bagaimana Islam menyelesaikan masalah kesehatan
Islam sebagai ajaran yang di turunkan oleh pencipta manusia dan alam semesta, tentu mempunyai aturan yang akan membuat manusia merasakan kebahagia-an baik di dunia maupun di akhirat. Dalam hal pengaturan individu terhadap masalah kesehatan Rasululah SAW telah magajarkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan fisiologis dan mengontrol kebutuhan naluri. Dalam bidang makanan rasulullah bersabda :
“Tidak banyak makan adalah obat, dan lambung adalah tempat bersarangnya penyakit. Biasakanlah setiap anggota tubuh dengan kebiasaannya “(HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, & Hakim).
 “Dari Miqdam bin Ma’dikarib ra. menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (Riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
“Rasulullah saw bersabda, yang bermaksud: “Wahai orang beriman, makanlah barang yang bersih daripada apa yang kami kurniakan kepada kamu.”  (HR Muslim)
Kami adalah kaum yang tidak akan makan kecuali apabila lapar dan apabila kami makan tidak sampai terlalu kenyang.” (Hadis Abu Daud)

Di samping masalah pemenuhan kebutuhan fisik dan naluri, syariah juga mengatur masalah lingkungan termasuk transportasi. Dalam hal pengaturan air bersih Islam mempunyai aturan terhadap individu misalnya sabda rasulullah:
اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ
“Jauhilah tiga hal yang dilaknat, yaitu buang air dan kotoran di sumber/ saluran air, di pinggir atau tengah jalan dan di tempat berteduh”(HR.Abu Dawud). 

Sedangkan dalam hal pengaturan lingkungan, negara akan mengelola sumber air dengan teknologi terkini agar terjamin setiap warganya akan mendapatkan air bersih yang siap diminum di setiap rumah mereka. Dalam hal sanitasi, negara berkewajiban menata ulang sanitasi lingkungan sehingga tidak ada saluran yang mampet, air yang tergenang. Dalam hal industri, negara akan mengontrol pencemaran dan polusi yang di hasilkan. Di samping mengontrol, negara pun akan memberikan bantuan penelitian dan teknologi terbaru agar limbah tidak membahayakan masyarakat. Bukti tertatannya lingkungan yang sehat masih bisa di lihat di Andalusia, sekarang Spanyol. Pada saat itu negara eropa masih kumuh tapi di andalusia yang di atur oleh islam sudah mempunyai penataan lingkungan yang sangat sehat dan menajubkan.
Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya.  Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.  Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”   
            Dalam hal transportasi, negara berkewajiban menyiapkan sarana yang bagus, agar pengguna jalan bisa nyaman dan angka kecelakaan bisa di tekan. Dalam hal manajemen transprtasi, negara akan mengntrol kendaraan umum, jam keberangkatan, kecepatan, fasilitas sehingga tidak terjadi kebut-kebutan yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Rasululah SAW bersabda :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارً
Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri” (HR Malik).
Para khalifah berikutnya juga sangat memperhatikan masalah lingkungan dan transportasi sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat. Sayidina Umar bin khatab R.A, Ia sangat takut dimintai pertanggung jawaban oleh Allah ketika ada unta yang terperosok ke dalam jalan berlubang yang ada dalam wilayah kekuasannya.
Dr Kasem Ajram (1992) dalam bukunya, The Miracle of Islam Science, 2nd Edition juga memaparkan pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi, jalan yang dilakukan di zaman kekhalifahan Islam. Yang paling canggih adalah jalan-jalan di Kota Baghdad, Irak. Jalannya sudah dilapisi aspal pada abad ke-8 M, seperti itulah pengakuan Dr Kasem Ajram. Yang paling mengagumkan, pembangunan jalan beraspal di kota itu telah dimulai ketika Khalifah Al-Mansur mendirikannya pada 762 M. sedangkan menurut catatan sejarah transportasi dunia, negara-negara di Eropa baru mulai membangun jalan pada abad ke-18 M. itupun masih menggunakan batu, belum asphalt.
            Dalam hal biaya pengobatan, negara akan menggunakan hasil riset terbaru obat-obatan akan aman di konsumsi dan mempunyai harga yang murah. Harga obat bisa di tekan ketika perusahaan farmasi di kelola oleh negara sehingga harga obat akan di ambil dari biaya produksi saja. Biaya rumah sakit non-obat pun bisa di tekan mengingat negara mampu menyediakan peralatan medis dan listrik yang murah. Dengan pengelolaan ini biaya rumah sakit akan menjadi sangat minim.
Kesimpulan.
Ketika Islam di terapkan insyaallah jumlah orang sakit akan sangat menurun drastis, dan biaya pengobatan akan sangat murah sekali. Dengan sedikitnya orang sakit dan minimnya biaya pengobatan maka hanya diperlukan sedikit saja anggaran negara guna menjadikan rumah sakit dan pengobatan menjadi gratis dan tanpa biaya.
Biaya pengobatan yang canggih dan gratis hanya bisa di realisasikan ketika negara menjadikan syariah Islam sebagai satu-satunya peraturan hukum yang mengatur masyarakat. Apabila negara sudah menerapkan aturan islam maka negara itu akan di sebut dengan Negara Khilafah.
Janji Allah apabila bangsa Indonesia mau menerapkan Islam dalam segala sendi kehidupanya,
 
 
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.Q. 7 : 96